Welcome to my Blog nyo~

Welcome to my Blog nyo~

Senin, 31 Oktober 2011

Psikologis, jadikan keluarga sebagai tempat curhat terbaik

Yuhuuuu~ Minna-san, konnichiwa desu..u.u
Yuki: watashi wa Yuki desu, yoroshiku desu..^^
Chi: soshite, watashi wa Chi desu, yoroshiku desu..>.^


Hari ini, kami berdua akan membahas tentang psikologis dan kejadian" yang sering terjadi juga  tentang keluarga serta peran" orang sekitar.
Chi: sa, bagi anata(?) yang punya permasalah dg siapapun, boleh curhat dan umm~ boleh request deh..
Yuki: request apaan?
Chi: ya, apapun yang pingin di request. tp cm yang positif" saja.
Yuki: siip deh, nnt kita dg senang hati akan memberikan respon. O.K

It's Timmy Time

Yuki: sebenarnya saya sendiri juga bingung ketika memberikan judul pada pembahasan kali ini, tp ini lebih mengerah pd psikolog.
Chi: bukan cm permasalahan dan cara mengatasi lho~ tp juga.. adduuhhh~ ane knp jd ling lung gini sih???
Yuki: kamu oon sih
Chi: ngece kau!
Yuki: ane kada suka di cermin..
Chi: itu NGACAAA!!

-Skip Time-

Chi: kami berdua mengemas sampul ini(?) berbeda, yaitu di dalam dialog Bangsawan(?)..
Yuki: emangnya kita barang apa disampulin segala? =='
Chi: bukan saya, tapi awak saja.. wkwkwkwkkwk
Yuki: *lemparDonat
Chi: *makanDonat(?)
Yuki: udah deh, ayo kita ke topik utama!
Chi: osshh!!
==========*==================*=================*==================*================
The First Problem is in your FAMILY

-It's Timmy Time-

Chi: sering kali kita merasa begitu nyaman di lingkungan utama ini, atau bisa juga merasa tertekan. nah pertama" kita bahas tentang senangnya dan manfaatnya berada dalam keluarga ya. ini diambil dari sumber" nyata, alias kehidupan saya dan Yuki.
Yuki: Rasa senang akan muncul ketika kita merasa dihargai, dimengerti, diakui, disayang, dan bisa dirasakan bahwa keluarga itu tempat curhat paling membahagiakan kedua setelah Tuhan. kalau anak" biasanya bisa lebih sering terbuka sama ibu dan kakak, tapi tidak jarang juga pada ayah.
Chi: kalau anak" zaman sekarang lebih suka curhat tentang masalah mereka pada sahabat, teman, pacar, dan juga tidak sering pula meng-update status di Twitter, FB, dll. tetapi sebenarnya sekalipun sahabat atau pacar, belum tentu mereka mampu mengerti perasaan kita dan memberikan solusi terbaik, sebab pada dasarnya walaupun mereka berkata 'only you in my heart' dan bla bla bla, kenyataannya bukan hanya kita yang ada di hati mereka dan menjadi prioritas utama.
Yuki: pertanyaannya, apakah yang menjadi prioritas utama mereka?
Chi: prioritas mereka adalah:

  • diri mereka sendiri; seorang sahabat, teman, pacar, TTM atau apalah itu selalu memikirkan diri mereka terlebih dahulu daripd orla. begini lebih mudahnya, kalau kita bersama sahabat/pacar kita di sebuah padang pasir yang kering tnp makanan dan minuman dan sudah 1 bulan berada di situ, ketika ada perompak yang membawa banyak makanan, dan sahabat/pcr kita melihat kita sudah tidak kuat lagi berjalan(misal), mereka pasti akan mencuri/maminta makanan dan minuman pd para perompak. mereka pasti mencari untuk, yang pertama untuk dirinya sendiri dulu, baru kita. walaupun tidak sering juga ada sahabat yang mau mengorbankan dirinya dmi sang sahabat. tp sekarang ini itu suaannggggaaattt jjuuaaaraanngg~ (?)
Yuki: berbeda dengan orang tua, mereka rela melakukan apapun demi sang anak. walaupun ketika kita(anak) bersama mereka di padang bukit yang kering tnp makan dan minum 1 bulan, mereka akan berusaha mencari makanan dan minuman hingga mereka mengabaikan diri mereka sendiri. dan saat mereka sudah mendapatkannya, mereka memberikannya terlebih dahulu pada sang anak, hingga sang anak merasa puas. baru untuk mereka.
Chi: pertanyaannya adalah, knp mereka melakukannya?
Yuki: karena kita adalah darah daging mereka, anak, buah hati, cinta, dan cermin diri mereka.
Chi: artinya, mereka lebih ingin sang anak menjadi lebih baik, bisa bertahan hidup, dan bisa menjadi anak yang begitu baik daripada mereka sendiri. inilah yang kami berdua rasakan saat baru mebgetahui perasaan untuk saling berbagi dan mengorbankan demi orang tua.
Yuki: saia dan Chi sdh tahu rasanya mencari uang dg halal yang begitu susaahh~. makanya, jgn suka berboros" uang ya. *plakk
Chi: mata duitan! ngomong duit"annya nnt saja deh. kita kmbli ke topik awal! 
Yuki: enak saja! kamu juga mata makanan(?)..*dijitak
....
Yuki: nah, jd seperti itulah kira" perbandingan keluarga dan orang sekitar.
Chi: pertanyaannya adalah, bagaimana kalau salah satu/ seluruh keluarga kita bukan keluarga kandung?
Yuki: tidak penting itu keluarga kandung/ bukan, keluarga tetap bisa dijadikan tempat saling terbuka akan cerita asalkan mempunyai keinginan dan kepercayaan juga suka/ tidaknya juga ikut tergantung.
Chi: yups, bnr! kalau misalnya si anak benci pd ayah tiri, mn mau dia curhat ke ayahnya. =='
Yuki: pdhal sesungguhnya membenci ortu itu tidak boleh lho. kalau mungkin mnrtmu, yg dilakukan ayahmu adalah hal yg salah(misal: mencuri, dll), jgn takut untuk berpendapat pd ayahmu dg baik dan sopan.
Yuki: pertanyaannya adalah, bagaimana kalau mereka seperti yang di film", keras, tidak mau mendengar pendapat kita dan bilang "jangan sok kamu!"?
Chi: ummm~ kalau saia sih sm seperti Yuki, yaitu nggak bisa diam bgtu saja. 
Yuki: kalau dia bentak kita, kita dong yang giliran bentak dia. kalau dia mau mukul, yah kita lindungi diri kita dengan menangkis (pake bela diri). soalnya, mnrt Yuki, itu bukan dimaksudkan untuk durhaka tp lbh ke mengarahkan. sebab Tuhan Yesus juga mengarahkan kita bukan walaup terkadang memakai jln keras melalui umat-Nya.
Chi: itu kalau untuk orang yang tidak mau mendengarkan pendapat dan keras lho ya. jgn dikira selalu seperti itu sm mama juga dan orang yang berbuat baik tp kita menganggap berbuat jahat, itu jaaanngggaannn ya!.
Yuki: misalnya kita dimarahi karena mencuri misalnya, kita sering berasumsi itu jelek, tp pd kenyataannya mereka membimbing kita dan tujuannya pun baik.
.:


Chi: nooooohh~ sekarang bagian yang paling Chi suka!
yuki: apaan?
Chi: Kakak!
Yuki, Chi: tema kali ini adalah, KAKAK! *jreng"(?)
.:


Chi: kakak itu palliiingg dianggap sebagai teman curhat paling sepadan, krn kita tdk perlu canggung di hadapannya.
Yuki: tp sekarang ini, kakak dibagi menjadi 2.
Chi: Chi tahu! Chi tahu! kakak perempuan dan laki" kan?!
Yuki: salaaahhh!!!
Chi: trus apaan?
Yuki: yg bnr tuh kakak yang perhatian sm adik dan tidak.
Chi: yang perhatian sm adik pasti sdh tahu deh. mereka perhatian pada sang adik, melindunginya, menjaga, memperhatikan, mengasihi, dan mengajari adiknya dlm mengerjakan tugas sekolah misalnya. tp itu bukan berarti cinta lho.
Yuki: Yuki itu punya 6 kakak, ditambah Yuki jd 7 orang. tp ke-6 kakak Yuki sdh meninggal. T^T, yuki sediiihh sekali kalau mengingatnya. hiks.. hiks..
Chi: sing sabar ya nduk. *plakk
---
Yuki: sekarang ini, banyak sekali kakak" yg tidak memperhatikan adiknya sm sekali, malah seenaknya sendiri. kalau disuruh ini dan itu sm ortu, malah adiknya yang disuruh mengerjakan. tu kakak kok kada kasihan ya?!
Chi: itu boleh dilakukan kalau sang kakak sakit. kalau misalnya si kakak punya banyak PR, bisa bilang ibu atau ayah yang mengatur tugas rumah.
Yuki: curhat sm kakak dianggap paling efisien, tp terkadang pula si kakak tidak memberikan jalan keluar yang baik sebab bila sang kakak blm mengerti perasaan adiknya. atau bisa juga si kakak.. uummm~ teruskan Chi! ane bingung kalimatnya nih.
Chi: huh, dasar! ehem. bisa juga karena watak sang kakak yang salah sehingga memberikan solusi yang malah menambah masalah sang adik. contohnya begini nih, adik punya masalah sm sahabatnya, yaitu sahabatnya menjauh darinya karena punya sahabat baru, dan sdh tidak lagi mengihiraukan sang adik sbgi shbt. nah, solusi sang kakak tuh begini, "lupakan saja sahabatmu itu. toh dia juga sdh melupakanmu". tp sang adik merasa itu sangat berat, lalu sang kakak bilang "iya sih, memang berat, tp mau gimana lagi? nnt dia juga pasti akan balik sendiri kalau udah kena sialnya. dan bla bla bla". bisa" sang sahabat malah menganggap si adik sombong dll.
Yuki: yaahhh~ begitulah kira". padahal kita bisa menanyakan sebabnya dulu pd sobat kita itu, kalau mereka mau bilang itu sebuah kebaikan pd kita agar kita bisa mengubah diri kita menjd lbh baik tp, tidak jarang pula, mrk hanya diam sm berkata 'hn', dan seakan sdh bnr" benci kita. yg mslh tmn, kita bahas di lain waktu ya, yang terpenting adalah saat seseorang bahkan keluarga kita memberikan solusi untuk masalah kita, pikirkanlah dahulu. setelah itu berpendapatlah tentang pendapat mereka dg sopan.
Chi: kalau Yuki sndiri suka sm siapa curhatnya.?
Yuki: sm ibu dan ayah. sejak kecil dari blm sekolah sampai skrg, Yuki selalu ditanyakan 'bagaimana sekolahnya? nilainya bagaimana? apa yang diajarkan gurumu td?', sehingga sejak kls TK hingga sekarang, Yuki selalu kebiasaan bertukar cerita bersama. kalau Chi?
Chi: sama! kita tidak perlu merasa canggung atau malu bercerita pada keluarga kita, knp pd keluarga merasa malu kalau sm tmn tidak?! ya kan? kita hrs sopan, tp tidak perlu merasa tegang. >.^
===========================================================================
Yuki: nah, kalau kalian punya adik, jgn lupa memberikan juga solusi yang terbaik buat adik imut kita ya..^^


Chi: sesungguhnya bercerita pd keluarga bisa memberikan dampak" positif bagi pemikiran sang anak. mereka bisa merasa tenang, nyaman dan bahagia ketika di gumulan tersebut. itu bisa membuat sang anak lebih terbuka akan segala permasalahnnya sehingga mereka tidak merasa tertekan walaupun tidak dilontarkan secara terbuka. mereka juga akan merasa lebih senang di ling. yang satu ini dan bisa mendekatkan jalinan batin.
Yuki: curhat dan dekat pd keluarga bukan berarti manja, anak" remaja memang sdh seharusnya seperti itu. baru, kalau sdh menikah, mereka hrs mencoba untuk sedikit" menyelesaikan masalah sendiri. 
Chi: untk" para orang tua yang sibuk akan pekerjaan, sebaiknya anda meluangkan sedikit waktu anda untuk keluarga terutama anak. sebab mereka masih butuh kasih sayang ketimbang harta. untuk mendekatkan keluarga, biasakanlah untuk saling bekerja sama membersihkan rumah, memijati ibu/ ayah yang lelah bekerja (untuk ayah, kalau di wilayah saya biasanya diinjak" punggungnya) hohoho...
Yuki, Chi: JGN LUPA SALING BERTUKAR CERITA DARI HARI KE HARI.
Yuki: sebab sang ortu butuh mengawasi perkembangan anak, dan sang anak butuh tmpt dimana ia merasa nyaman dan terbuka. itulah keluarga, tmpt paling sempurna. jikalau kalian tak punya keluarga, cobalah menjadikan orang yang kalian anggap ibu/ayah/keluarga untuk curhat. tp pikirkan dulu solusi yang siapapun berikan ya.
Chi: buat para ortu juga hrs memberikan solusi terbaik dan coba dengarkanlah curhatan sang putra ya.^^
Yuki: tp buat sang anak, lihat sikon lho crhatnya. kalau ortu lagi sakit dan buanyaakkk masalah, lebih baik kita tahan dulu ceritanya pd mereka dan cobalah bercerita pada kakak atau saudara yang lain atau sahabat...^^
--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo--oo


Chi: baiklah, sekian dulu ya Psikologis dari kami yang bertema tentang keluarga. semoga bermanfaat!
Yuki: amiinnn~
Chi, Yuki: sayonaraa!!! >.*
Yuki: kalau ada pertanyaan dan saran silakan..^^
Chi, Yuki: daaaahhhh..^^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar